![]() |
William Shakespeare (1564 - 1616) |
Walaupun begitu, namun rupanya banyak orang yang tidak
setuju dengan ungkapan tersebut. Shakespeare menganggap bahwa nama seseorang
tidaklah penting, tetapi banyak orang dibelahan bumi ini (termasuk aku) tidak
demikian adanya. Banyak orang yang menganggap bahwa nama itu penting karena
bisa bermakna doa, harapan, ataupun simbol. Makanya banyak orang tua yang
berusaha memberi nama yang bagus-bagus dan indah-indah buat anaknya. Di toko
buku kita juga bisa menemukan buku yang memberikan alternatif nama-nama yang
indah dan penuh makna, seperti misalnya nama-nama yang baik menurut Agama
Islam, Kristen ataupun nama-nama popular dari belahan dunia yang memiliki makna
yang baik. Bahkan kalo di Indonesia
kita bisa menemukan masih banyak kalangan masyarakat yang untuk memberi nama
anaknya saja harus melalui serangkaian upacara adat dulu….sudah tradisi
katanya. Kalo di Jawa, jika seseorang anak kecil sering sakit maka dipercaya
itu karena namanya kurang baik, makanya harus diganti. Artis senior
Titik Puspa adalah salah satu contohnya.
Titik Puspa adalah salah satu contohnya.
Well, walaupun
sepertinya banyak yang tidak setuju dengan pendapat Shakespeare….namun kayaknya
dia ngga sendiri koq… Di Mugi sepertinya Shakespeare ini punya banyak “teman”
lho…hehehe…
Iya! aku kadang suka senyum-senyum sendiri dan kadang sampe
geleng-geleng kepala kalo dengar nama orang atau anak-anak di tempat tugasku ini. Ada nama-nama yang
terdengar lucu, ada yang susah disebutinnya, sampe ada nama-nama yang bikin aku
sampe mengernyitkan kening…
Di Mugi kayaknya orang tua ngga pusing bikin nama untuk
anaknya. Panduannya secara umum, kalo anak laki-laki biasanya berakhiran -gen, -nus,
sedangkan kalo anak perempuan biasanya berakhiran huruf -a. Biasanya antara
kakak beradik namanya mirip-mirip, cuma beda akhirannya aja…. contohnya, Kintilinus
dengan Kintilina, Piarinus – Piarina, Semikian – Semikiana, Keaminet – Keamina,
dsb. Kadang biarpun anaknya lebih dari dua, namanyapun masih mirip-mirip.
Misalnya 3 kakak beradik yang bernama Noti, Notinggen dan Notinggena atau ada
juga 4 orang kakak beradik: Binus, Bintanus, Bintan, Bintana. Simple kan??
Walaupun tidak semua seperti itu, karena banyak juga nama-nama
yang udah modern….tapi yang lucu, kadang mereka ngga tepat menggunakannya,
misalnya ada anak yang namanya Siti, padahal dia anak laki-laki… :hammer, ada juga yang terinspirasi pemain bola Carlos
Tevez, tapi jadinya Tepes… :D
Kalo aku klasifikasikan sih, menurutku nama-nama di Mugi ini
bisa kita kelompokkan ke dalam 5 golongan, yaitu:
- Nama-nama yang udah modern dan udah “ngota”
Ini terkadang yang punya
orang-orang yang udah tua lho… Mungkin mereka mendapatkan nama-nama ini dari
para Missionaris bule di jaman dulu. Contohnya: Marthen, Debora, Gideon, Maria,
dsb. Ada juga anak-anak yang mungkin orang
tuanya sudah kenal kota, jadi namanya udah
modern, contohnya Erikson, Ana, Malta,
Ester, Tabita dsb.
- Nama-nama yang oke lah, no problem…
Ini nama-nama asli, bukan ambil
dari luar sana,
tapi udah terdengar OK dan No problem lah… contohnya: Miton, Eritana, Nabuante,
Kesantina, dsb.
- Nama-nama yang susah buat disebutin..
Saking susahnya akupun sampe ngga
tau cara nulisnya… :D
- Nama-nama yang terdengar lucu
Contoh nama-nama yang masuk
kategori ini:
- Auwo
- Kodok
- Rante
- Siaran
- Wanita
- Kabut
- Itlilil
- Nunggunet
- Kikinemot
- dsb
- Nama-nama yang bikin aku sampe mengernyitkan kening..!!
Kalo nama-nama yang masuk kategori
ini kadang aku sampe tanyain ke orangnya atau ke orang tuanya kenapa kasih nama
seperti itu... Bahkan kadang aku minta orang tuanya untuk mengganti nama anaknya
tersebut…bukan apa-apa, tapi aku mikir kedepannya, misalnya kalo anaknya nanti sekolah ke kota....kan
kasian kalo nanti sering diledekin temen-temennya....
Huft! Inilah nama-nama yang masuk kategori “bikin aku sampe mengernyitkan kening” :
Huft! Inilah nama-nama yang masuk kategori “bikin aku sampe mengernyitkan kening” :
- Waruk
‘mbri (artinya: “bawa sana!”)
- Inceran
(eceran)
- Soak
(aneh-aneh aja deh….)
- Klamin
(No comment deh…)
- Darianus
(tolong jangan di eja ya…)
- Galvemin (taruh dimana?)
- Siti
(tapi nama anak cowok!)
- Kambingganus
(panggilannya apa coba…?)
- Derita
(hadehhh…kenapa ngga dinamain “bahagia” atau “sejahtera” gitu?)
- Kering
(ga tau dapet ilham kasih nama ini darimana, yang pasti di Mugi mah seringnya
hujan…)
Seringnya, ada kisah dibalik penamaan anak mereka yang sekilas terdengar lucu dan aneh tersebut. Contohnya mantriku, ketika anaknya baru lahir kebetulan ada masalah di keluarganya sehingga bayinya tersebut harus tinggal berpindah-pindah rumah. Akhirnya keluarga memberi nama anak tersebut Galvemin...yang artinya "taruh dimana?"....Ada juga Pasienku yang aku lupa namanya, tapi kalo diterjemahkan artinya "perut perih".... :lol Mungkin waktu melahirkan ibunya merasakan nyeri yang luar biasa, yang lebih dari biasanya....makanya anaknya sampe diberi nama kayak gitu....
Well, ada nama, ada cerita.....hehehe..
Yah…itulah tadi klasifikasi nama-nama orang di Mugi yang aku
buat berdasarkan kategoriku sendiri. Bagaimana? Apa pembaca masih bingung cari
nama buat anak, keponakan atau cucunya?? Mungkin anda bisa bertanya ke orang-orang
disini… :D Mereka saja ngga bingung ngasih nama buat
anaknya, karena seperti apa yang Shakespeare bilang…. “Apalah arti sebuah
nama??”
Mugi, 20 Agustus 2012
Kutipan itu sebenarnya bukan hanya terdiri dari sekitar empat kata. Kalau terdiri hanya dari empat kata itu, maka kesan yang didapat dari kutipan itu bahwa arti dari sebuah nama itu tak penting.
ReplyDeleteWhat’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.
(Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.)
pembicaraan di atas, latar belakangnya adalah dialog Romeo dengan Juliet saat membahas kisah cinta mereka. Dan Romeo mempertanyakan, Apa sih arti nama Capulet (nama keluarganya) yang justru membuat perselisihan.
dalam nama sendiri terkandung do'a dan harapan orang tua kepada anaknya. Akan tetapi kalau nama itu hanya membuat perselisihan saja, maka nama itu tidak akan berarti apa2.
Source:
janganlah mengutip sepotong-sepotong dari sebuah pesan, karena makna yang dimuat bisa hilang atau justru berubah.
Terima Kasih buat pencerahannya....menambah pengetahuan buat saya dan mungkin pembaca lainnya :)
ReplyDeleteQuote dari William Shakespear itu mengandung makna kiasan yang sangat dalam. Jika kita berpikir positif, maka kita akan dapat memberikan konotasi dan interpretasi yang positif. Nama dalam quote itu bukan berarti nama seperti Deden, Bagja, Budi, dan lain sebagainya, akan tetapi sebuah kiasan. Mawar adalah sebuah nama bunga yang indah dan berbau wangi. Indah dan wangi adalah dua hal yang baik. Andaikatapun mawar disebut bunga bangkai atau bunga kentut, mawar tetaplah mawar, baunya semerbak harum mewangi. Orang baik tetaplah baik, meskipun didiskreditkan atau dicemaekan nama baiknya. Kebenaran tetaplah benar, meskipun disangka salah. Adang tetaplah Adang, meskipun dihina dengan nama binatang atau panggilan yang tidak pantas. Emas tetaplah emas, meskipun dibungkus dengan kemasan yang buruk dan.menjijikkan.
ReplyDeleteTerima kasih atas tambahan informasinya Pak Adang, memang Shakespeare adalah seorang Pujangga, pastinya setiap tulisannya memiliki makna yang dalam baik yang tersurat maupun yang tersirat.... :)
Delete