running text

WELCOME TO MY BLOG...

Thursday, September 20, 2012

My Own Solar Cell, Finally!


Seperti yang udah aku gambarkan di postingku terdahulu….di Mugi itu tidak ada listrik PLN dan juga Sinyal hape. Jadi mau tidak mau kita harus puas bergelap-gelap ria disini. Gelap karena tanpa lampu….juga gelap karena ngga tau berita-berita yang terjadi diluar sana, karena ngga bisa liat tivi ataupun berkomunikasi pake hape….
Tapi ada alternatif lain untuk bisa menikmati listrik, yaitu pake solar cell alias panel surya.



Dimasa-masa awal kedatanganku di Mugi, hanya terdapat dua rumah yang memiliki solar cell. Yang pertama adalah kepala Puskesmasku, dan yang kedua adalah ibu guru Eta alias mama Ezra. Kepala puskesmasku menggunakan solar cell-nya untuk radio SSB. Dan peran radio SSB sangat vital disini, karena selain sebagai sarana bertukar berita atau penyampai pesan antar wilayah, juga berfungsi sebagai alat Bantu penerbangan. Biasanya radio SSB ini digunakan untuk mengetahui pesawat-pesawat yang akan masuk dan juga untuk lapor cuaca maupun kondisi landasan. Kalo MAF, setiap kamis sore mereka akan membacakan jadwal penerbangan (sket) selama satu minggu kedepan. Dan setiap kamis sore, orang-orang (khususnya para agen penerbangan) di wilayah-wilayah yang dilayani oleh MAF akan standby didepan radio SSB mereka masing-masing. Suasananya mirip kayak mendengarkan pengumuman pemenang lotere alias SDSB di jaman dulu…mereka mendengarkan dengan seksama dan harap-harap cemas….

Dalam pembacaan sket tersebut akan diketahui daerah2 mana saja yang mendapatkan flight dari MAF. Kampung yang dapet flight tentu akan senang, karena itu berarti ada orang atau barang yang akan masuk ke kampung mereka. Calon penumpang yang akan keluar juga senang karena berarti akan ada pesawat yang datang, dan dia bisa keluar naik pesawat tersebut. Sedangkan bagi daerah yang tidak dapat flight dari MAF tentu akan kecewa, dan mereka tinggal berharap dengan kemungkinan adanya flight dari maskapai yang lain seperti AMA atau Susi Air. Dan untuk tahu apakah akan ada flight dari AMA atau Susi, maka merekapun akan memantau berita dari radio SSB pada setiap pagi dan sore hari.

Mengingat begitu pentingnya peran radio SSB disini, jelas aku ngga mungkin nebeng menggunakan aki yang ada di ruangan SSB tersebut. Sehingga untuk mencharge gadget2 yang aku miliki (hape, kamera dan laptop) aku hanya bisa mengandalkan nebeng dari solar cell-nya Mama Ezra. Tapi terkadang akupun merasa agak sungkan untuk nebeng ngecarge di tempat mereka. Kalo mama ezranya sih baik, enak banget orangnya….tapi kadang suaminya….agak gimanaa gitu kalo aku atau kami (aku dan teman dokter yang kadang juga ikut naik ke Mugi) ngecharge ke rumahnya. Jadilah terpaksa aku harus hemat-hemat pakai gadgetnya…biar ngecargenya juga ngga terlalu seringg… :(

Yang susah kalo pas keluarga ini ngga ada di Mugi…. Karena kadang pas aku naik ke Mugi, kebetulan mereka lagi turun ke Wamena…terpaksalah harus hidup tanpa listrik. Dan gadgetpun dipake sehabisnya batere….karena biasanya kalo mau naik ke pos semua gadget sudah kita charge full dari wamena…kebayangkan gimana susahnya kalo kita di pos selama 1,5 – 2 bulan dengan kondisi kayak gitu??
Pernah sih sekali dua kali kita ikut ngecarge di gensetnya para tukang kalo kebetulan lagi ada tukang di Mugi. Tapi gara2 pernah ada kejadian charger para tukang pada ‘njeblug sampe 4 buah charger yang rusak waktu dicharge di genset (mungkin waktu itu gensetnya eror hingga arus listriknya jadi naik turun atau entah gimana)…semenjak itu aku ngga berani ngecharge gadgetku di genset lagi…. (daripada rusak atau jadi cepet rusak).

Ya kira-kira begitulah kehidupan kelistrikanku selama lebih dari satu tahun di Mugi (dari oktober 2010 – Desember 2011). Susah euy…

sekarang sudah ada solar cell diatap rumahku... :)
Tapi sekarang itu semua sudah berubah. Waktu bulan Januari 2012 kemarin kebetulan kapusku membeli 2 buah aki dan salah satunya diberikan ke aku. Dia juga memberiku sebuah solar cell…tapi solar cell ini sudah sangat tua, menurut seorang mantri di mapenduma yang kebetulan rumahnya ada di mugi, solar cell itu sudah ada sejak dia masih kecil (padahal sekarang usianya sekitar 35 tahunan) dan solar cell itu merupakan peninggalan dari seorang missionaries asing. Yaahh…walaupun solar cell-nya udah tua dan kinerjanya juga udah agak letoy…tapi ya lumayanlah, setidaknya aku udah bisa menikmati listrik sekarang…:)   dengan berbekal sebuah inverter dan sebuah aki kecil yang aku beli dari temanku sesama dokter PTT Nduga, lengkaplah sudah persenjataanku dalam menghadapi ketiadaan listrik disini…hehehe

(tapi aku juga mikir…kenapa sih kapusku baru ngasihnya sekarang, koq ngga dari dulu-dulu gitu?? Kan jadinye suseh kite…...hmm, dodol nih……tau dehh…)

ni dia solar-cellnya
Setelah aku punya solar cell sendiri, aku jadi lebih nyaman tinggal di pos. Kini aku bisa bebas mencharge semua gadget yang aku miliki. Dan akupun lebih leluasa dalam penggunaan gadget….ngga perlu berhemat-hemat listrik lagi…coz this is solar cell system buddy! with these equipments, you can get electricity from the sun light…. Which are unlimited and free:) bahkan diawal-awal aku punya solar cell ini, aku sempet buka “bioskop” dirumahku. Aku ngasih tontonan film ke anak-anak….sebagai syaratnya, mereka harus membawa sebuah kayu bakar buat aku….lumayan, bisa ngasih hiburan buat mereka sekaligus bisa membuat dapur tungku-ku juga tetap ngebul…hehehe..


Kebetulan aku punya koleksi film2 yang aku copy dari temenku dokter PTT Nduga yaitu dr Maulia Desrinal….kebetulan dia ini seorang movie mania, jadi punya koleksi film2 banyak….dan enaknya punya temen yang seorang movie mania adalah…kita bisa  ngopi koleksi film2nya, gratisss!!! …. :D


anak2 lagi pada nonton "Bioskop" di rumahku :D
Kalo anak-anak disini mereka senangnya nonton film perang2an dan film action. Setiap adegan action mereka menyebutnya dengan “rambo”, bahkan video klip Metallica yang berjudul “I disappear”-pun mereka bilang sebagai “Rambooo”….(hahahaha…ada-ada aja anak-anak ini…)  jadinya aku kasih mereka tontonan yang berbau action macam “Clash of Titans”, “Lord of The Ring”, “The Mummy”, dsb. Pernah aku kasih film Ice Age dan kartun donald bebek….eehhh..mereka malah ngantuk dan minta diganti dengan film “ramboo!”….. :D    aku sebetulnya ingin ngasih tontonan film anak-anak macam film Denias ke mereka, tapi sayang film Denias dan beberapa film yang aku punya berformat .mdf  Dan aku ngga punya software (media player) buat memutar film dengan format kayak gitu… Rencananya sih kalo aku Pulkam, aku mau melengkapi koleksi filmku dengan berbagai film anak-anak macam “Garuda didadaku”, “King”, “Laskar Pelangi”…dan juga film terbaru seperti “Di Timur Matahari”

Ada usul judul film yang bagus buat mereka??

4 comments:

  1. hebat moga bermanfaat blogwalking

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas kunjungannya, salam kenal... :)

      Delete
  2. Film dokumenter semacam discovery channel bagus juga tuh. Buat tambahan pengetahuan anak anak itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok mba Evi, nanti saya coba cari filmnya....lmyn, alternatif selain upin-ipin n shaun the sheep...hehe

      Delete